Fakta Nasional

Usai Fakta Kalbar Bongkar Tambang Ilegal, Teror Menyasar Keluarga: Siapa yang Takut Terungkap?

KALBAR, FAKTANASIONAL.NET - Investigasi mendalam mengenai dugaan praktik pertambangan emas ilegal di Kalimantan Barat kini membawa dampak yang sangat serius bagi pelapor dan jurnalis. Andi Way, Executive Chairman Media Fakta Group, yang telah mengek…

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 15 April 2025 📖 2 menit
Usai Fakta Kalbar Bongkar Tambang Ilegal, Teror Menyasar Keluarga: Siapa yang Takut Terungkap?
Tangkapan layar CCTV menunjukkan sejumlah orang berkumpul di depan rumah pimpinan Media Fakta Group, Kamis Malam (3/4/2025).

KALBAR, FAKTANASIONAL.NET - Investigasi mendalam mengenai dugaan praktik pertambangan emas ilegal di Kalimantan Barat kini membawa dampak yang sangat serius bagi pelapor dan jurnalis.

Andi Way, Executive Chairman Media Fakta Group, yang telah mengekspos keterlibatan inisial (AS) dalam rantai perdagangan logam mulia ilegal, menjadi sasaran teror oleh kelompok tak dikenal.

Peristiwa ini berlangsung dengan sangat mengejutkan serta mengungkap sisi gelap praktik pertambangan yang kerap melibatkan kepentingan gelap dan kekuatan tak tertembus hukum.

Pada malam 3 April 2025, sekitar 12 orang yang tidak dikenal mendatangi rumah orang tua Andi Way di Pontianak Selatan. Tanpa menunggu lama, kelompok tersebut melanjutkan aksinya menuju kediaman pribadi Andi di wilayah Pontianak Kota.

Inti dari aksi teror tersebut adalah permintaan agar berita investigasi mengenai praktik tambang ilegal dan keterlibatan inisial (AS) segera dihentikan.

Seorang pelaku bahkan menyampaikan ancaman verbal yang mengaitkan nama serta posisi tokoh tertentu, menimbulkan keresahan mendalam dalam diri Andi Way yang tidak mengenal sosok yang dimaksud.

Teror Melanda Rumah Orang Tua dan Kediaman Pribadi Usai Ungkap Tambang Ilegal

Setelah kejadian pada malam itu, suasana semakin mencekam ketika Andi menerima panggilan telepon dengan nada mengancam.

Dalam telepon tersebut terselip ancaman yang mengarah pada keselamatan dirinya dan orang-orang yang dia cintai.

Mengancam tidak hanya dirinya, namun juga menyebutkan bahwa orang tua Andi pun tidak akan luput dari ancaman.

Meskipun mendapatkan sinyal kuat bahwa intimidasi tersebut merupakan upaya untuk membungkam laporan investigasi, Andi memilih untuk tetap tenang dan mengabaikan panggilan-panggilan tersebut.

Langkah Hukum untuk Tambang Ilegal dan Konsistensi Etika Jurnalistik

Menyikapi tindakan teror yang sangat berbahaya tersebut, pada tanggal 10 April 2025, Andi Way secara resmi melaporkan kejadian tersebut kepada Polda Kalimantan Barat.

Dalam laporan resminya, Andi menyertakan bukti rekaman CCTV, nomor telepon pelaku, dan keterangan saksi mata yang menyaksikan langsung aksi intimidasi tersebut.

Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa pihak berwenang dapat mengambil tindakan yang semestinya terhadap para pelaku, terutama mengingat tindakan tersebut diduga melanggar ketentuan hukum, seperti Pasal 335 KUHP mengenai pemaksaan dengan kekerasan dan ancaman, Pasal 29 UU ITE, serta UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Redaksi Media Fakta Group menyatakan bahwa teror ini justru semakin memantik semangat mereka untuk terus mengungkap fakta.

“Ini bukan hanya ancaman terhadap saya pribadi, tetapi merupakan bagian dari upaya terstruktur untuk membungkam kebebasan pers,” tegas Andi Way.

Sikap tegas dan konsisten dalam menjalankan etika jurnalistik ini menunjukkan dedikasi tinggi terhadap kebenaran dan keadilan, meskipun harus menghadapi berbagai tekanan dan intimidasi dari pihak-pihak yang berkepentingan.

Investigasi menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan inisial (AS) dalam praktik pertambangan ilegal menambah kompleksitas kasus ini, terutama jika ditinjau dari aspek koneksi antara pelaku, aparat, dan politisi lokal.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK