Fakta Nasional

Usai Retret Kabinet, Wapres Gibran Tinjau Pasar Gotong Royong Magelang

MAGELANG, FAKTANASIONAL.NET - Usai mengikuti seluruh rangkaian agenda Retret Kabinet Merah Putih di Akademi Militer Magelang, Wapres Gibran Rakabuming menyempatkan berkunjung ke Pasar Gotong Royong di Kota Magelang. Kunjungan ini merupakan bagian da…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 28 October 2024 📖 1 menit
Usai Retret Kabinet, Wapres Gibran Tinjau Pasar Gotong Royong Magelang
Wapres Gibran Rakabuming Raka saat mengunjungi Pasar Gotong Royong Megelang/BPMI Setwapres.

MAGELANG, FAKTANASIONAL.NET - Usai mengikuti seluruh rangkaian agenda Retret Kabinet Merah Putih di Akademi Militer Magelang, Wapres Gibran Rakabuming menyempatkan berkunjung ke Pasar Gotong Royong di Kota Magelang.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok dan keberlanjutan pasar tradisional di tengah tekanan pasar modern.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres berkeliling dan berdialog langsung dengan para pedagang.

Wapres berpendapat bahwa pengendalian harga kebutuhan pokok dan revitalisasi pasar tradisional adalah hal penting, agar pasar tetap hidup dan perekonomian masyarakat di sekitarnya juga hidup.

Pasar Gotong Royong dikenal sebagai pasar tradisional yang tetap eksis di tengah maraknya pasar modern.

Pasar ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menjadi pusat ekonomi warga sekitar dengan suasana yang khas, yaitu gotong royong dengan interaksi hangat yang masih terjadi antara penjual dan pembeli.

Dengan kunjungan ini, Wapres berharap pasar tradisional di Magelang dapat terus berkembang menjadi pilar ekonomi yang kuat bagi masyarakat. Usai peninjauan, Wapres langsung bertolak ke Jakarta.[asp]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK