Wali Kota Eri Cahyadi Rotasi 78 Pejabat Pemkot Surabaya: Loyalitas Hanya untuk Rakyat
FAKTANASIONAL.NET – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melakukan rotasi besar-besaran di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sebanyak 78 pejabat resmi berpindah tugas, yang terdiri dari tujuh pejabat eselon II atau Jabatan Pimpinan Tinggi (J…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melakukan rotasi besar-besaran di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sebanyak 78 pejabat resmi berpindah tugas, yang terdiri dari tujuh pejabat eselon II atau Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, serta 71 pejabat eselon III dan IV.
Eri menegaskan bahwa perombakan struktur ini bukan sekadar penyegaran organisasi, melainkan langkah strategis untuk mengantisipasi sejumlah pejabat yang memasuki masa purna tugas serta memacu percepatan kinerja pelayanan publik.
“Rotasi ini untuk percepatan kinerja. Setiap jabatan harus diisi orang yang tepat sesuai kompetensinya,” tegas Eri di Surabaya, Kamis (2/4/2026).
Fokus pada Hasil Nyata (Output & Outcome)
Dalam arahannya, Eri meminta seluruh jajaran untuk meninggalkan pola kerja teoritis. Ia menekankan bahwa setiap program pemerintah harus memiliki indikator keberhasilan yang terukur dan berdampak langsung hingga ke tingkat Rukun Warga (RW).
Eri juga menetapkan standar evaluasi yang ketat. Jika dalam waktu tiga bulan seorang pejabat tidak mampu menunjukkan hasil optimal, maka Pemkot tidak segan untuk melakukan penggantian kembali.
“Tidak ada lagi kerja tanpa output dan outcome. Semua harus terukur. Tidak boleh ada warga miskin yang tidak tertangani, tidak boleh ada stunting tanpa intervensi, dan tidak boleh ada warga yang kesulitan makan atau biaya sekolah,” ujarnya.
Loyalitas Bukan untuk Atasan
Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini memberikan pesan menohok terkait integritas ASN. Ia mengingatkan bahwa pengabdian seorang pejabat publik sepenuhnya milik masyarakat, bukan milik pimpinan secara personal.
“Loyalitas hanya satu, kepada masyarakat Surabaya, bukan kepada wali kota, wakil wali kota, atau sekda,” kata Eri.
Program Prioritas dan Tenggat Waktu
Mulai 7 April 2026, para pejabat baru diinstruksikan untuk langsung tancap gas melaksanakan program prioritas, antara lain:
-
Penguatan Kampung Pancasila.
-
Penataan Pedestrian: Penertiban parkir liar secara masif.
-
Digitalisasi Parkir: Perluasan penerapan parkir non-tunai.
-
Manajemen Sampah: Peningkatan standar pengelolaan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Kepada para camat dan lurah, Wali Kota memberikan tenggat waktu penyelesaian masalah di wilayah masing-masing hanya dalam satu minggu.
Daftar Pejabat Eselon II yang Dirotasi
Berikut adalah rincian tujuh pejabat eselon II yang menempati posisi baru:
-
Eddy Christijanto: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
-
Antiek Sugiharti: Kepala Dinas Sosial.
-
Nanik Sukristina: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
-
dr. Billy Daniel Messakh: Kepala Dinas Kesehatan.
-
Dedik Irianto: Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan.
-
Maria Theresia Ekawati Rahayu: Kepala Bappeda.
-
Irvan Wahyudrajad: Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Beberapa jabatan yang masih kosong saat ini diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) sembari menunggu proses lelang jabatan atau hasil evaluasi kinerja bulanan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.