Wali Kota Yamin Blusukan ke Sungai Andai, Sulap Sampah Jadi Kompos Lewat Aksi Gotong Royong
FAKTANASIONAL.NET – Upaya serius menangani masalah kebersihan kota terus digenjot Pemerintah Kota Banjarmasin. Melansir laporan resmi dari Prokom Banjarmasin, Wali Kota H. Muhammad Yamin HR bersama Ketua TP PKK Hj. Neli Listriani turun meninjau aksi…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Upaya serius menangani masalah kebersihan kota terus digenjot Pemerintah Kota Banjarmasin.
Melansir laporan resmi dari Prokom Banjarmasin, Wali Kota H. Muhammad Yamin HR bersama Ketua TP PKK Hj. Neli Listriani turun meninjau aksi kerja bakti di Komplek PWI RT 31, Kelurahan Sungai Andai, pada Minggu pagi (10/5/2026).
Tidak sekadar memantau, pemimpin daerah ini turut menyerahkan sarana tong komposter kepada ketua RT setempat.
Yamin menegaskan, pemberian fasilitas tersebut merupakan langkah edukatif guna mendorong kebiasaan masyarakat memilah limbah organik skala rumah tangga.
"Harapannya, warga RT 31 dimotori ketua RT dan Lurah mampu memproduksi kompos mandiri dari sisa makanan. Kami ingin wilayah ini menjadi pionir dalam membantu pemerintah mengentaskan persoalan sampah," tuturnya.
Inisiatif lingkungan ini bukan sekadar seremonial. Lurah Sungai Andai, Ahmad Dedi Fernandi, memaparkan bahwa agenda bersih-bersih telah menjadi rutinitas wajib yang melibatkan 73 RT di wilayahnya.
Pada tahun 2026 ini, pihak kelurahan bahkan telah menyiapkan anggaran khusus untuk menunjang kebutuhan peralatan kebersihan warga.
Dedi menambahkan, kehadiran Agen 3R di setiap RT semakin memperkuat edukasi masyarakat hingga ke level paman gerobak pengangkut sampah.
Ia optimistis Sungai Andai dapat menjelma menjadi kawasan percontohan dengan capaian pemilahan limbah di atas 80 persen, selaras dengan visi Banjarmasin Maju dan Sejahtera yang diusung oleh Yamin dan Wakil Wali Kota Hj. Ananda.
Semangat kolaborasi berkelanjutan ini disambut antusias. Ketua RT 31, Yayan, menuturkan bahwa kerja bakti di Komplek PWI Blok E ini sudah digelar sebanyak empat kali dalam kurun waktu dua bulan terakhir.
"Ada sekitar 30 warga yang turun membersihkan tiga titik utama dari jalur satu hingga enam.
Kami menebang pohon yang mulai menutupi jalan, membabat rumput rimbun, dan mengeruk sungai buntu demi mengembalikan lingkungan yang asri dan bersih," pungkas Yayan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.