Fakta Nasional

Waspada Cuaca Ekstrem Awal Mei: BMKG Prediksi Terik Siang Hari Disusul Hujan Lebat Singkat

FAKTANASIONAL.NET – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Indonesia pada awal Mei 2026. Fenomena cuaca ini ditandai dengan suhu udara yang sanga…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 02 May 2026 📖 2 menit
Waspada Cuaca Ekstrem Awal Mei: BMKG Prediksi Terik Siang Hari Disusul Hujan Lebat Singkat
Foto ilustrasi prakiraan cuaca hari ini/scsht net.
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Indonesia pada awal Mei 2026.

Fenomena cuaca ini ditandai dengan suhu udara yang sangat panas pada siang hari, namun mendadak berubah menjadi hujan lebat disertai angin kencang pada sore hingga malam hari.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan dampak dari melemahnya Monsun Australia dan dominasi angin timuran yang membawa massa udara kering, menandakan sebagian wilayah mulai memasuki masa transisi musim.

"Monsun Australia diprakirakan melemah, namun pola angin zonal didominasi oleh angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi ini berperan dalam membawa massa udara yang relatif kering dari wilayah Australia menuju Indonesia, sekaligus menjadi indikasi bahwa sejumlah daerah mulai beralih secara bertahap dari periode musim hujan menuju musim kemarau," tulis BMKG dalam laporan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 28 April-4 Mei.

Ancaman Hujan Lokal dan Angin Kencang

Salah satu ciri khas dari periode peralihan musim ini adalah fluktuasi suhu yang tajam dalam satu hari.

Pagi hari yang cerah dan panas menjadi pemicu utama terbentuknya awan hujan di sore hari.

"Pola peralihan musim ini ditandai oleh perbedaan suhu udara yang cukup signifikan antara pagi dan siang hari," tambah BMKG.

Lebih lanjut, BMKG memaparkan bahwa paparan radiasi matahari yang tinggi memicu proses konveksi.

Hal ini mengakibatkan munculnya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bersifat lokal, berdurasi singkat, namun sering kali disertai kilat dan petir.

Pengaruh Dinamika Atmosfer Global

Selain faktor musiman, curah hujan yang masih tinggi di beberapa titik juga dipengaruhi oleh fenomena atmosfer global lainnya seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada di fase 2 (Samudera Hindia), serta aktifnya Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial.

"Fenomena atmosfer tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut," terang BMKG.

BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik utara Papua yang membentuk daerah konvergensi (pertemuan angin), sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah tersebut.

Daftar Wilayah Waspada (1–4 Mei 2026)

BMKG merilis daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dalam empat hari ke depan:

  • Sumatra: Bengkulu

  • Jawa: DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta

  • Nusa Tenggara: Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT)

  • Maluku: Maluku

Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan menjaga kondisi kesehatan di tengah perbedaan suhu yang cukup kontras antara siang dan malam hari.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK