Fakta Nasional

Wedding Service Asal Bogor Buat Gebrakan Inovatif: Nikah Bisa Dicicil!

BOGOR, LIRANEWS.COM | Mengusung inovasi Nikah Bisa Dicicil, Bride To Be Wedding, wedding service asal Kota Bogor, berhasil menarik perhatian Sandiaga Salahuddin Uno dalam sesi pitching Sandination Academy . Tak hanya mendapat respons positif dari Sa…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 19 August 2026 📖 2 menit
Wedding Service Asal Bogor Buat Gebrakan Inovatif: Nikah Bisa Dicicil!

BOGOR, LIRANEWS.COM | Mengusung inovasi Nikah Bisa Dicicil, Bride To Be Wedding, wedding service asal Kota Bogor, berhasil menarik perhatian Sandiaga Salahuddin Uno dalam sesi pitching Sandination Academy.

Tak hanya mendapat respons positif dari Sandiaga Uno, konsep bisnis Bride To Be Wedding juga mendapat perhatian dari pengusaha nasional Erwin Soerjadi yang menyatakan ketertarikannya untuk melanjutkan pembahasan dalam pertemuan berikutnya.

Bride To Be Wedding merupakan usaha wedding service yang telah berjalan selama lima tahun dan didirikan oleh Rahmayani Putri Utami (30). Dalam sesi pitching tersebut, Rahmayani hadir bersama Alpin Hardiyansyah. Keduanya merupakan lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam pitching tersebut, Bride To Be Wedding memperkenalkan konsep wedding ecosystem, yaitu ekosistem pernikahan terintegrasi yang tidak hanya menyediakan layanan wedding planner, tetapi juga menghubungkan berbagai kebutuhan pernikahan melalui beberapa unit bisnis, yaitu Amuse Catering, Cassavali Venue, dan Abama Production untuk kebutuhan catering, venue, event organizer, hingga entertainment.

Konsep tersebut diperkuat dengan inovasi #NikahBisaDicicil, hasil kolaborasi Bride To Be Wedding dengan Bank Syariah Al Salaam yang diluncurkan pada 8 November 2025 di Hotel Salak Bogor.

Melalui inovasi tersebut, calon pengantin dapat memperoleh alternatif pembiayaan untuk kebutuhan pernikahan sekaligus mengakses berbagai layanan dalam konsep one stop wedding service. Model ini dirancang untuk menjawab tantangan pasangan muda yang ingin menggelar pernikahan dengan perencanaan yang lebih mudah dan terintegrasi.

Sandiaga Uno: “Paylater is great idea” Konsep Nikah Bisa Dicicil mendapat respons langsung dari Sandiaga Uno dalam sesi pitching. Sandiaga menyebut ide tersebut sebagai “paylater is great idea”. Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga juga membagikan pengalaman pribadinya ketika mempersiapkan pernikahan kedua anaknya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu segmen yang terus berkembang (growing segment), sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Bagi kami, kesempatan pitching ini bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga menjadi validasi dan motivasi untuk terus mengembangkan Bride To Be Wedding sebagai wedding ecosystem yang memberikan solusi nyata bagi calon pengantin sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi vendor dan UMKM lokal,” ujar Rahmayani Putri Utami, Founder Bride To Be Wedding.

Konsep tersebut juga mendapat perhatian dari panelis Erwin Soerjadi, seorang pengusaha nasional yang hadir dalam sesi pitching. Setelah presentasi, Erwin menyampaikan ketertarikannya untuk bertemu lebih lanjut dengan tim Bride To Be Wedding guna membahas konsep dan potensi pengembangan bisnis tersebut. Pertemuan lanjutan tersebut direncanakan berlangsung dalam waktu dekat.

Bagi Rahmayani, kesempatan tersebut menjadi langkah awal untuk membuka lebih banyak peluang kolaborasi dan pengembangan bisnis. Ke depan, Bride To Be Wedding berkomitmen memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak serta mengembangkan layanan pernikahan yang terintegrasi, terpercaya, dan semakin mudah diakses masyarakat.

Melalui semangat #NikahBisaDicicil dan #NikahBisaDipermudah, Bride To Be Wedding menargetkan wedding ecosystem yang dibangunnya dapat menjadi solusi bagi pasangan muda sekaligus membuka peluang pertumbuhan bagi pelaku ekonomi kreatif di industri pernikahan.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK