“Kolaborasi lintas instansi ini harus memiliki satu visi dan tidak boleh ada ego sektoral. Dengan begitu, Satgas dapat efektif memberantas tambang ilegal dan mengatasi dampak buruknya terhadap lingkungan, ekonomi, serta ketahanan sosial,” kata Abdullah.
Ia juga meminta agar izin operasional perusahaan tambang yang melanggar aturan dicabut. “Pemerintah harus berani menindak tegas dan memberikan efek jera,” tambahnya.
Terkait insiden penembakan di Solok Selatan, Abdullah mengimbau Polri untuk meningkatkan pengawasan terhadap kesehatan mental anggotanya. Pemeriksaan rutin bagi anggota polisi yang memegang senjata api dinilai penting untuk mencegah tindakan agresif akibat stres.
“Kejadian ini mencerminkan perlunya perhatian lebih terhadap kesehatan mental dan manajemen stres di kalangan anggota kepolisian. Institusi harus menyediakan program dukungan psikologis untuk anggotanya,” ujar Abdullah.
Menurutnya, pelatihan tentang manajemen stres dan kesehatan mental harus menjadi bagian dari rutinitas Polri. Penelitian menunjukkan bahwa tekanan kerja yang tinggi dan jam kerja tidak menentu sering menjadi penyebab utama stres di kalangan aparat kepolisian.
“Dengan pendekatan ini, kita bisa menciptakan budaya kerja positif di lingkungan Polri dan meningkatkan kinerja anggota,” tutup Abdullah.[dnl]











