“Kesenjangan ini masih menjadi masalah besar, padahal berdasarkan PP No. 19 Tahun 2017, beban kerja guru tetap sama tanpa memandang status kepegawaiannya,” katanya.
Agung mencontohkan, guru ASN akan mendapatkan kenaikan tunjangan sebesar satu kali gaji pokok, sedangkan tunjangan guru non-ASN hanya meningkat menjadi Rp2 juta. Sementara itu, guru ASN PPPK diperkirakan menerima tunjangan senilai rata-rata satu kali gaji pokok yang lebih tinggi dibandingkan guru non-ASN tersertifikasi.
“Tambahan ini menunjukkan langkah ke arah yang benar, tetapi belum cukup untuk mengatasi ketimpangan yang ada,” tegas Agung.
Catatan Ketiga: Kejelasan Skema Pendapatan Guru PPPK Paruh Waktu.
Catatan ketiga, IDEAS meminta pemerintah segera memperjelas skema pendapatan bagi guru PPPK paruh waktu, sesuai Keputusan Menpan RB No. 347 Tahun 2024 tentang Mekanisme Seleksi PPPK Tahun Anggaran 2024 juga dijelaskan bahwa pelamar yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi PPPK namun tidak dapat mengisi lowongan kebutuhan, dapat dipertimbangkan untuk menjadi PPPK Paruh Waktu.
“Saat ini, skema tersebut masih belum memiliki turunan hukum dan petunjuk teknis yang jelas, meskipun PPPK paruh waktu sudah dijelaskan akan memiliki NIP nasional yang dikelola oleh BKN,” ujar Agung.
Berdasarkan informasi resmi yang diolah IDEAS, menaikkan anggaran kesejahteraan guru ASN dan non-ASN yang akan mencapai Rp 81,6 triliun pada 2025, atau naik sekitar Rp 16,7 triliun dari tahun sebelumnya bukan hal yang mengejutkan.
“Kenaikan ini sebenarnya tidak terlalu berbeda dari rencana penambahan anggaran tahun 2025 Kemendikbud Ristek dan Kemenag yang telah disusun di akhir era pemerintahan Presiden Jokowi,” ungkap Agung.
Namun terlepas dari hal ini, komitmen untuk memperbaiki kesejahteraan dan kualitas guru harus terus didukung. Agung menegaskan bahwa kesejahteraan adalah kunci utama peningkatan profesionalisme guru.
“Tanpa kesejahteraan yang cukup, sulit bagi guru untuk menjalankan peran mereka sebagai pendidik yang kompeten. Selain mencukupi kebutuhan hidup, guru juga perlu terus mengembangkan kapasitas, baik dalam keterampilan mengajar, penguasaan teknologi, hingga kepemimpinan dan manajemen sekolah,” pungkasnya.[zul]
