Wagub Rano Berharap Pencak Silat Jadi Alternatif Kagiatan Positif Anak Muda Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno saat membuka Kejuaraan Pencak Silat Piala Gubernur DKI 2025 di Gor Ciracas, Jakarta TImur/Dikominfotik.

“Saya mendukung inisiasi IPSI DKI Jakarta untuk menyelenggarakan kejuaraan pencak silat Piala Gubernur DKI Jakarta sebagai ajang pelestarian budaya, tradisi, hingga pencarian bibit atlet pencak silat yang handal untuk mewakili DKI Jakarta pada kompetisi olahraga nasional dan internasional,” terangnya.

Ke depan, Wagub Rano mengharapkan sinergi antara Pemprov DKI Jakarta dan IPSI DKI Jakarta terus terjalin baik, sehingga padepokan silat di Jakarta pun semakin kuat.

“Pencak silat juga diharapkan dapat menjadi salah satu ikon budaya yang bisa memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kebudayaan global,” ujar Wagub Rano.

Pencak silat pun terus didorong agar menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade 2036.

“Bertandinglah dengan penuh semangat juang, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Karena kemenangan sejati bukan hanya terukur dari medali, tapi juga dari dedikasi disiplin dan persaudaraan. Bukan hanya calon atlet potensial, tetapi juga duta budaya yang akan membawa nama dan budaya Indonesia ke kancah dunia,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua IPSI DKI Jakarta Munjirin berharap, kejuaraan pencak silat seperti ini dapat diselenggarakan setiap tahun. Menurutnya kegiatan seperti ini dapat menjadi ajang pencarian bibit unggul atlet-atlet DKI Jakarta.

“Saya juga berpesan untuk semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, baik dari perguruan, manajer, pelatih, atlet, wasit, juri maupun penyelenggara, tolong laksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai aturan dan kaidah yang berlaku,” katanya.

“Jujurlah dalam mengambil keputusan dan jaga nilai luhur pencak silat yang penuh kekeluargaan dan kasih sayang di antara kita semuanya. Saya yakin pencak silat DKI Jakarta akan menjadi yang terbaik,” tambah Munjirin.

Kejuaraan Pencak Silat Piala Gubernur DKI tahun 2025 ini diikuti oleh 2.672 peserta dari tingkat pelajar, remaja, dan dewasa dari lima wilayah kota administrasi Jakarta. Pertandingan tingkat remaja dan dewasa telah diadakan pada 17-20 Februari dan kategori pelajar digelar pada 24-27 Februari.