Dari sisi profitabilitas, Bank Kalbar mencatatkan Laba Bersih sebesar Rp485,80 miliar, naik 6,66% dibandingkan tahun 2023. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah pertumbuhan laba bersih Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia, menunjukkan keunggulan daya saing dan efisiensi operasional Bank Kalbar.
Menariknya selain Laba Bersih, pertumbuhan aset, kredit dan pembiayaan serta DPK Bank Kalbar lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah pertumbuhan kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia. Hal ini menunjukkan posisi kompetitif Bank Kalbar yang semakin kuat di tingkat nasional.
Dari sisi pengawasan, Tingkat Kesehatan Bank Kalbar tahun 2024 berada pada peringkat komposit 2, mencerminkan kondisi Bank yang secara umum sehat sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lain tercermin dari peringkat faktor penilaian, antara lain Profil Risiko, Penerapan Tata Kelola, Rentabilitas, dan Permodalan yang secara umum baik.
Selain itu, Akuntan Publik yang melakukan audit atas laporan keuangan Bank Kalbar menyatakan bahwa laporan keuangan tahun 2024 disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, serta mencerminkan kinerja keuangan dan arus kas sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Direktur Utama Rokidi menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan seluruh pemangku kepentingan, baik Stakeholder maupun Shareholder (Seluruh pemegang saham baik Gubernur, Bupati/Walikota, DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota dan seluruh nasabah setia Bank Kalbar).
“Pencapaian tahun 2024 ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya, berinovasi, meningkatkan pelayanan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di Kalimantan Barat,” ujarnya.(rfn/*rbk)











