IHSG Melonjak 1,69% di Sesi I, Didorong Sentimen Positif dan Penguatan Rupiah

IHSG/(ilustrasi/@pixabay)

Meredanya tekanan harga mendorong ekspektasi suku bunga BI acuan tidak akan dinaikkan signifikan dalam beberapa bulan ke depan.

Sejalan dengan reli IHSG, nilai tukar rupiah di pasar spot exchange menguat ke level Rp 16.572 per dolar AS, naik 54,5 poin atau 0,33% (Bloomberg).

Penguatan mata uang domestik menurunkan biaya impor dan memberikan ruang bagi korporasi untuk memperbaiki margin laba. Ke depannya, rupiah yang stabil akan memikat aliran modal asing kembali ke pasar saham Indonesia.

Para analis memperkirakan, keberlanjutan rally IHSG pada sesi II dan perdagangan berikutnya sangat bergantung pada rilis data neraca perdagangan April 2025 serta hasil rapat Dewan Gubernur BI.

Jika data ekspor masih menunjukkan surplus dan BI mempertahankan suku bunga, sentimen positif dapat berlanjut, menarik minat investor baik domestik maupun mancanegara.[dit]

Exit mobile version