JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.
Namun, untuk menopang pertumbuhan nasional dan penetrasi pasar internasional, UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal pendanaan, kualitas produksi, dan akses pemasaran.
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mencatat bahwa tiga pilar utama ini harus dikuatkan demi kemajuan UMKM ke depannya.
Menjawab tantangan pendanaan yang selama ini menjadi kendala terbesar bagi pelaku UMKM, Direktur Pengembangan Big Data Indef, Eko Listiyanto, menegaskan bahwa pemerintah—khususnya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia—harus memperluas porsi pembiayaan perbankan untuk UMKM dan mempercepat proses Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dengan demikian, ketersediaan modal di tingkat akar rumput dapat dipastikan lebih merata dan inklusif.
Percepatan KUR menjadi solusi jitu agar UMKM tidak terhambat likuiditasnya. Bank-bank BUMN, OJK, dan lembaga keuangan mikro perlu bersinergi untuk menyederhanakan persyaratan, menurunkan suku bunga, dan memperluas jaringan distribusi kredit hingga ke pelosok desa.
Selain itu, program inkubasi dan pembiayaan berbasis digital juga layak didorong agar efisiensi prosedur dapat terwujud.











