JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Penjualan mobil di Indonesia menunjukkan kesenjangan yang lebar antara merek terlaris dan yang tercecer di pasar.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), April 2025 menjadi bulan di mana beberapa merek premium justru mencatat angka penjualan yang sangat rendah.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan: apa penyebab di balik rendahnya angka wholesale (pabrik ke diler) dan retail (diler ke konsumen) pada merek-merek seperti Audi, Volkswagen, hingga Volvo Cars?
Merek-merek mapan dari Eropa dan China ini hanya mencatat penjualan single–dua digit, misalnya Audi hanya 2 unit, Volkswagen (VW) 5 unit, dan Volvo Cars 10 unit secara wholesales.
Sementara di segmen retail, Audi kembali terendah dengan 2 unit, disusul Volkswagen dan Seres masing-masing 6–15 unit. Bandingkan dengan merek Jepang: Toyota terjual 16.077 unit, Daihatsu 8.884 unit, Suzuki 4.145 unit, dan Mitsubishi 3.791 unit.
Salah satu penyebab utama rendahnya penjualan merek premium adalah harga jual yang jauh lebih tinggi dibanding pesaing Jepang.







