Dari total angkutan lima bulan pertama, batu bara mendominasi dengan 23.010.266 ton atau 82,97 persen dari total volume, mengokohkan peran KAI dalam mendukung pasokan pembangkit listrik dan ketahanan energi nasional.
Sementara itu, komoditas non-batu bara seperti pupuk mencatat pertumbuhan signifikan, yaitu 13.230 ton, melonjak 94 persen dari 6.810 ton pada periode sama tahun lalu. Pada Mei 2025 saja, angkutan pupuk mencapai 4.110 ton, naik 26,85 persen dibanding Mei 2024.
Pertumbuhan logistik KAI tidak hanya memperkuat posisi perusahaan di industri transportasi, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas rantai pasok nasional.
Ke depan, integrasi dengan moda lain (multimoda) dan digitalisasi sistem booking diharapkan semakin meningkatkan daya saing layanan.[dit]










