FAKTANASIONAL.NET — Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa, 28/7/2026 pagi.
Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp18.087 per dolar AS, mengalami koreksi sebesar 78 poin atau 0,43 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Pelemahan rupiah ini sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga berada di bawah tekanan dolar AS.
Won Korea Selatan tercatat turun paling dalam sebesar 0,27 persen, disusul peso Filipina dan dolar Singapura yang masing-masing melemah 0,09 persen.
Tekanan tipis juga dialami yuan China sebesar 0,03 persen, yen Jepang melemah 0,02 persen, serta ringgit Malaysia yang turun 0,01 persen.
Di tengah tren pelemahan regional tersebut, hanya dolar Hong Kong yang mampu mencatat penguatan tipis sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS.
Baca Juga: Biaya Pelepasan Status WNI Sebesar 5 Juta Rupiah, Kemenkum: Berdasarkan PP PNBP
Sebaliknya, pergerakan berbeda terjadi pada mata uang utama negara maju yang mayoritas justru menguat. Euro Eropa naik 0,05 persen, poundsterling Inggris menguat 0,04 persen, dolar Kanada naik 0,04 persen, dan dolar Australia terapresiasi 0,02 persen.
Sementara itu, franc Swiss menjadi satu-satunya mata uang utama negara maju yang ikut melemah sebesar 0,02 persen.
Pengunduran Diri Gubernur BI Jadi Sentimen Negatif
Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih akan menghadapi tekanan lanjutan sepanjang perdagangan hari ini. Menurutnya, pasar merespons negatif perkembangan domestik terkait pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.











