JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Indonesia menghadapi tantangan serius untuk memaksimalkan potensi ekonomi hijau di panggung internasional. Meski perdagangan environmental goods terus tumbuh, daya saing negeri masih kalah dari negara tetangga.
Nilai perdagangan barang lingkungan mencapai US$ 28,8 miliar pada 2024, naik 10% dibanding tahun sebelumnya. Ekspor tumbuh ke US$ 20,8 miliar, sedangkan impor meningkat menjadi US$ 8 miliar. Namun, peringkat Economic Complexity Index (ECI) menempatkan Indonesia di urutan 117, jauh di bawah Thailand (41) dan Malaysia (24).
Menurut Widdi Mugijayani (DFD Lab CSIS), rendahnya inovasi produk ramah lingkungan menjadi kendala utama. Selain ECI, posisi Green Complexity Potential (GCP) di angka 43 dan Green Complexity Index (GCI) di peringkat 76 menunjukkan masih minimnya pengembangan komoditas berteknologi tinggi di sektor hijau.
