Kapolsek Sambas, Kompol Dicky Zulkarnain, pada Kamis (31/7/2025) membenarkan penemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa laporan dari warga diterima pihaknya pada Senin malam sekitar pukul 23.35 WIB.
“Setelah menerima laporan, anggota Polsek bersama tim Inafis Polres Sambas segera menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban,” jelas Kompol Dicky.
Petugas telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti di lokasi kejadian. Dari pemeriksaan awal, motif kematian korban diduga kuat karena depresi.
Baca Juga: Dukung Kemajuan Ekonomi Daerah, Bupati Sambas Satono Sampaikan Apresiasi di HUT ke-61 Bank Kalbar
“Hasil sementara, diduga korban mengalami depresi yang sudah lama. Bahkan, menurut pengakuan beberapa warga, korban sempat mengutarakan niatnya untuk mengakhiri hidup,” ungkap Kapolsek.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Sambas untuk divisum. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan selain bekas jeratan tali di leher.
“Pihak keluarga menyatakan menolak untuk dilakukan autopsi dan telah mengikhlaskan kepergian korban,” pungkasnya.
(DNS)











