BMKG memprakirakan hujan lebat berpotensi terjadi di wilayah Banten, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, pada periode 12–14 September 2025. Sementara itu, prediksi hujan lebat di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur terjadi pada 15–18 September 2025.
*OMC Jawa Timur dan Jawa Barat*
Sebagai salah satu wilayah yang diprakirakan mengalami fenomena cuaca ekstrem, BNPB telah mengambil langkah untuk melaksanakan OMC di Jawa Timur dengan mengerahkan satu unit pesawat Cessna Caravan PK-DPI. Operasi ini telah dilaksanakan sejak Sabtu (13/9). Rencananya, operasi ini akan berlangsung hingga Selasa (16/9) dan tidak menutup kemungkinan akan dilanjutkan dengan melihat hasil evaluasi, analisa lanjutan dan monitoring kondisi di lapangan.
Selama pelaksanaan OMC yang dioperasikan dari Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut Juanda, area penyemaian telah mencakup wilayah langit Kabupaten Lamongan, Bojonegoro, Tuban, serta wilayah perairan selatan dan timur Kabupaten Banyuwangi. Total bahan semai yang digunakan sebanyak 800 kilogram NaCl dan 1.600 kilogram CaO.
Sementara itu, operasi modifikasi cuaca wilayah Jawa Barat dipusatkan dari Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Dalam operasi kali ini, BNPB mengerahkan satu unit pesawat Cessna Caravan dengan kode registrasi PK-YNA.
Pelaksanaan OMC dimulai pada Minggu (14/9) dengan dua sorti penerbangan. Sebanyak 800kg NaCl dan 800kg CaO disemai di atas langit Kabupaten Pandeglang, Banten, dan Bogor.
Berdasarkan perbandingan data curah hujan spasial yang tercatat dalam Pantauan Radar BMKG hingga pukul 19.00 WIB terhadap model prediksi kejadian hujan, intervensi OMC Provinsi Jawa Barat yang dilakukan hari Minggu tersebut terindikasi mampu mengurangi curah hujan wilayah Jabodetabek sebesar 31 persen.
Kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ektrem dan risiko banjir tentu membutuhkan kerja sama semua pihak. BNPB mengimbau kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk memperhatikan kebersihan lingkungan guna mencegah terjadinya banjir. Pembersihan drainase primer dan sekunder perlu dilakukan agar jalan air tidak tersumbat dan air tidak meluap ke pemukiman warga. Selain itu, upaya normalisasi sungai-sungai yang telah dangkal juga hendaknya dilakukan sebagai strategi mitigasi banjir jangka panjang.











