“Semua ingin mengambil peran, mengambil bagian, mengambil bagian dari tanggung jawab untuk melakukan restrukturisasi keuangan kereta cepat Jakarta-Bandung,” tutur AHY.
Saat ditanya mengenai kemungkinan penggunaan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menutupi masalah ini, AHY tidak memberikan bantahan. Ia mengindikasikan bahwa APBN pasti akan menjadi bagian dari solusi, meskipun detail spesifiknya belum dapat diumumkan saat ini.
Visi Jangka Panjang Kereta Cepat
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo tidak hanya fokus pada penyelesaian masalah Whoosh yang ada. Beliau juga menyoroti visi jangka panjang pengembangan jaringan kereta cepat di Indonesia.
Menurut AHY, Presiden mengemukakan gagasan untuk memperpanjang rute kereta cepat tidak hanya sampai Surabaya, tetapi hingga Banyuwangi di ujung timur Pulau Jawa. “Harapannya akan membuka atau memberikan jalan bagi pemerataan pembangunan,” tandas AHY, mengutip arahan Presiden.[dit]









