Ia langsung memerintahkan Bupati Cilacap untuk menyiapkan langkah relokasi mendesak bagi warga yang tinggal di zona bahaya. Lahan seluas 3,5 hektare di wilayah Majenang telah disiapkan untuk pembangunan rumah yang lebih aman bagi masyarakat terdampak. “Kami sudah berkoordinasi dengan Bupati, dan lahan 3,5 hektare di Majenang sudah disiapkan. Akan dibangun rumah agar mereka aman, mengingat masih ada retakan tanah di lokasi lama,” jelas Luthfi.
Peringatan Kesiapsiagaan Bencana di Jawa Tengah
Lebih lanjut, Luthfi mengingatkan seluruh masyarakat Jawa Tengah mengenai karakteristik geografis wilayah tersebut. Ia menyebut Jawa Tengah sebagai “supermarket bencana,” yang menuntut peningkatan kewaspadaan kolektif dan kesiapsiagaan.
Imbauan ini ditujukan agar warga proaktif dan saling mengingatkan jika melihat tanda-tanda atau potensi bencana alam lainnya. Peningkatan kewaspadaan ini diharapkan dapat meminimalkan dampak buruk dan kerugian akibat bencana di masa depan.[dit]
