Fleksibilitas ini menjadi kunci agar program tepat sasaran. Siswa yang tidak menjalankan ibadah puasa di lingkungan mayoritas muslim juga diberikan pilihan untuk tetap makan di tempat atau membawa pulang jatah mereka agar seragam dengan teman lainnya.
Selain waktu pembagian, jenis menu yang disajikan juga akan mengalami kurasi khusus. BGN berkomitmen memberikan makanan yang tidak hanya mengenyangkan tetapi juga praktis dan bergizi lengkap.
Menu yang disiapkan antara lain telur rebus, kurma, aneka buah segar, abon, hingga kudapan tradisional yang sehat seperti ubi rebus.
Penyesuaian ini diharapkan dapat membantu keluarga dalam menyediakan santapan bergizi tanpa mengganggu jalannya ibadah. BGN menegaskan bahwa standar nutrisi tetap menjadi prioritas utama meski bentuk kemasan dan waktu penyajian mengalami sedikit modifikasi selama bulan Ramadan mendatang.[dit]
