Karena instruksi tertentu, Ressa hanya diperbolehkan menyapa Denada dengan panggilan “Mbak”. Meskipun merasa ada ikatan batin yang kuat setiap kali bertemu, ia merasa Denada bersikap biasa saja tanpa memberikan perlakuan khusus layaknya seorang ibu kepada anaknya.
Kini di usianya yang menginjak 24 tahun, Ressa memberanikan diri untuk berbicara ke publik mengenai keinginannya mendapatkan pengakuan.
Ia merasa bingung bagaimana memulai komunikasi yang lebih intens karena selama ini tidak ada interaksi yang mendalam di antara mereka. Meski status hubungan ini belum terkonfirmasi secara hukum atau melalui pernyataan resmi dari pihak Denada, Ressa tetap membawa harapannya agar suatu saat misteri masa lalunya bisa terungkap dengan jelas.[dit]











