Dalam doanya, Zuhairi Misrawi memulai dengan permohonan universal bagi orang tua yang telah pergi mendahului. Ia berdoa agar Allah SWT membersihkan seluruh dosa para orang tua yang telah wafat.
Doa kemudian mengerucut kepada dua nama yang memiliki arti mendalam bagi keluarga Megawati, PDIP dan bangsa Indonesia.
“Ya Allah, secara khusus doa kami panjatkan untuk saudara, suami, atau orangtua kami, Almarhum Bapak H.M. Taufik Kiemas dan Almarhum Bapak Surindro Supjarso. Kami bersaksi, kedua hamba-Mu ini adalah orang-orang baik yang layak engkau masukkan ke dalam surga-Mu,” katanya.
Bagi almarhum Taufiq Kiemas, doa itu menjadi penegasan atas jejak perjuangan politiknya. Ia menyatakan bahwa almarhum Taufiq Kiemas adalah orang berjasa bagi PDIP dan aktif dalam mempopulerkan empat pilar MPR saat memimpin lembaga negara tersebut, sekaligus tokoh nasional yang aktif mempererat persaudaraan serta kerukunan bangsa Indonesia.
“Kami bersaksi almarhum adalah tokoh nasional yang berjasa mempererat persaudaraan dan kerukunan di antara anak bangsa. Kami bersaksi Almarhum adalah tokoh yang berjasa besar bagi sosialisasi empat pilar MPR RI ke seluruh Indonesia,” ungkap Zuhairi.
Sementara doa bagi Surindro Supjarso menegaskan nilai pengabdian. Zuhairi berdoa dengan mengenang jasa pengabdian Surindro yang wafat dalam tugas.
“Beliau berikan dharma baktinya untuk negeri tercinta ini. Beliau telah menanamkan kenapa kami, bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari iman. Hubbul wathan minal iman,” tuturnya.











