Kisah Punch: Bayi Monyet Jepang yang Temukan Kehangatan pada Boneka Orang Utan

"Punch - Kisah monyet pilu."
Simak kisah mengharukan Punch, bayi monyet di Jepang yang viral! (Dok. Radar Bonang)
  1. Trauma Kelahiran Pertama: Sebagai anak pertama, proses persalinan memberikan beban fisik dan mental yang berat bagi induknya, sehingga ia merasa asing dengan kehadiran bayinya sendiri.

  2. Kelelahan Ekstrem: Punch lahir seberat 500 gram di tengah cuaca musim panas Jepang yang sangat terik. Kondisi ini membuat sang induk mengalami kelelahan luar biasa dan kehilangan insting untuk merawat.

  3. Ketiadaan Induk Pengganti: Dalam koloni monyet gunung, biasanya ada induk lain yang bersedia mengambil alih (induk semang). Namun, dalam kelompok Punch, tidak ada monyet lain yang menunjukkan keinginan untuk mengasuhnya.

Untuk menyiasati pertumbuhan otot dan memberikan rasa nyaman, petugas kebun binatang memberikan berbagai benda untuk dipeluk. Secara mengejutkan, Punch menjatuhkan pilihannya pada sebuah boneka orang utan.

Tekstur bulu boneka tersebut dinilai memberikan sense of security (rasa aman) karena menyerupai bulu monyet asli. Selain itu, memeluk boneka membantu Punch melatih otot-ototnya, meniru cara bayi monyet berpegangan pada perut atau punggung induknya di alam liar.

Kini, di bawah pengawasan ketat petugas, Punch tumbuh dengan sehat. Meski saat ini ia menghabiskan waktu dengan tidur meringkuk bersama bonekanya, petugas tetap menempatkan Punch di dekat koloni monyet lain.

Langkah ini diambil agar suatu saat nanti Punch dapat kembali berintegrasi dengan kelompok aslinya tanpa kehilangan identitasnya sebagai seekor monyet.

Baca Juga: Cegah Virus Nipah: IDAI Ingatkan Pentingnya PHBS di Tengah Belum Adanya Vaksin