FAKTANASIONAL.NET – Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi penengah konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mendapat respons kritis dari Jusuf Kalla (JK).
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI tersebut menilai situasi di Timur Tengah terlalu kompleks untuk diselesaikan dengan diplomasi biasa.
JK berpendapat bahwa kunci perdamaian di kawasan tersebut sangat bergantung pada sikap Amerika Serikat, dilansir pada 2 Maret 2026.
BACA JUGA; Bangun Kepemimpinan Teknokratik, Gubernur Pramono Ogah Pencitraan Masuk Gorong-Gorong











