UNG Gorontalo Resmi Buka PPDS Anestesiologi, Perkuat Pemenuhan Dokter Spesialis di Kawasan Timur Indonesia

/Dok. Kemdiktisaintek

FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Selasa (4/3/2026).

Langkah ini menjadikan UNG sebagai salah satu fakultas kedokteran termuda di Indonesia yang dipercaya menyelenggarakan pendidikan spesialis.

Peresmian ini dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Khairul Munadi, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Rektor UNG Eduart Wolok, serta jajaran pemangku kepentingan daerah lainnya.

Melampaui Target Nasional

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, menegaskan bahwa pembukaan program di UNG merupakan bagian dari akselerasi pemerintah dalam memeratakan akses kesehatan di kawasan timur Indonesia.

Hingga saat ini, pemerintah telah melampaui target nasional dengan membuka 160 program studi spesialis dari target awal 148 program.

“Pembukaan program pendidikan dokter spesialis ini merupakan langkah konkret dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang memerlukan kepakaran di berbagai daerah, khususnya di kawasan timur Indonesia,” ujar Khairul Munadi.

Ia menambahkan bahwa pencapaian ini menunjukkan arah kebijakan yang tepat.

“Komitmen untuk memperkuat layanan kesehatan melalui pendidikan tinggi berjalan sesuai, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Kita berada pada jalur cepat yang dinamis dan prospektif,” tegasnya.

Capaian Strategis Fakultas Kedokteran Termuda

Baca Juga: Dukung Pendidikan di Papua, BRIN Serahkan Aset Eks Balai Arkeologi Jayapura ke Kemdiktisaintek

Rektor UNG, Eduart Wolok, menyambut optimis kepercayaan yang diberikan pusat. Selama ini, institusi penyelenggara PPDS di wilayah timur masih sangat terbatas, didominasi oleh Universitas Hasanuddin dan Universitas Sam Ratulangi.