Dukung Pendidikan di Papua, BRIN Serahkan Aset Eks Balai Arkeologi Jayapura ke Kemdiktisaintek

/Dok. kemendiktisaintek

FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah resmi mengalihkan status penggunaan aset Barang Milik Negara (BMN) berupa bangunan tak terpakai dari Balai Arkeologi Jayapura dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Langkah ini bertujuan memperkuat infrastruktur riset dan akademik di wilayah timur Indonesia, khususnya bagi Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua.

Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dilakukan di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin (2/3/2026), sebagai tindak lanjut atas persetujuan alih status dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta I.

Optimalisasi Aset untuk Riset Budaya

Plt. Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munit Sucokro, menegaskan bahwa fasilitas tersebut akan digunakan untuk mendukung target pemerintah dalam membentuk 12 Inter-University Research Center di seluruh Indonesia.

Keberadaan ISBI di Jayapura diharapkan mampu memanfaatkan fasilitas ini untuk pelestarian budaya lokal.

Baca Juga: Atasi Krisis Dokter Spesialis, Universitas Cenderawasih Buka Program Pendidikan Anestesiologi Pertama di Papua

“Aset ini tentu akan kami manfaatkan sebagaimana mestinya. Kami berharap pemanfaatannya dapat terus disinergikan dengan BRIN. Prinsip kami adalah inklusif, adaptif, dan berdampak, sehingga keberadaan fasilitas ini benar-benar memperkuat riset dan pendidikan tinggi di Papua,” ujar Badri.

Badri juga menyoroti pentingnya riset arkeologi dan budaya, berkaca pada temuan lukisan prasejarah tertua di dunia yang ada di Sulawesi sebagai bukti potensi besar riset di Indonesia Timur.

Kolaborasi Pasca-Alih Status

Sekretaris Utama BRIN, Nur Tri Aries Suestiningtyas, menjelaskan bahwa pengalihan ini telah menyelesaikan seluruh proses administrasi dan diharapkan menjadi pemantik kolaborasi jangka panjang antarlembaga.