FAKTANASIONAL.NET – Dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian.
Berdasarkan penelusuran redaksi pada 5 September 2026, hampir 2.000 orang dilaporkan mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan makanan MBG sepanjang 1–5 September 2026.
Kasus tersebut tersebar di sejumlah wilayah dan melibatkan siswa, guru, hingga santri.
Keluhan yang muncul beragam, mulai dari mual, muntah, diare, mulas, lemas, hingga gangguan pencernaan.
Di Sidoarjo, Jawa Timur, sekitar 730–748 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Tanggulangin, dilaporkan mengalami gejala setelah menyantap menu MBG.
Di Rembang, Jawa Tengah, 777 siswa dan guru SMAN 1 Lasem juga mengalami keluhan serupa.
Kasus lainnya terjadi di Agam, Sumatera Barat, dengan sekitar 230–276 siswa dan guru di Palupuh terdampak.
Kemudian di Solo, Jawa Tengah, sebanyak 363 siswa dan guru SMAN 6 Solo dilaporkan mengalami gejala dugaan keracunan.
Sementara di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, 152 siswa mendapat penanganan medis.
Bekal dari Rumah Bisa Menjadi Pilihan Sementara
Rangkaian laporan tersebut membuat pelaksanaan MBG kembali mendapat sorotan, terutama menyangkut proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut terdapat dugaan kelalaian dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP), termasuk persoalan ketepatan waktu distribusi.
Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai bermasalah kemudian dihentikan sementara operasionalnya.
Dilansir Redaksi dari berbagai sumber, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap petugas yang terbukti tidak bertanggung jawab.











