“Aset ini secara resmi diserahkan kepada Kemdiktisaintek untuk digunakan dalam kegiatan ISBI di Tanah Papua. Alih status ini bukan sekadar soal keluar-masuk aset, tetapi bagaimana komunikasi dan kolaborasi tetap berjalan baik ke depan,” kata Nur Tri.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN, Herry Jogaswara, berharap koleksi ilmiah yang ada di lokasi tersebut tidak hanya menjadi benda pajangan, tetapi menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa.
“Kami berharap koleksi ilmiah arkeologi yang saat ini masih berada di eks Balai Arkeologi dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa serta mendukung penguatan riset sosial budaya di Papua,” jelas Herry.
Poin Utama Alih Status Aset:
-
Lokasi: Eks Balai Arkeologi Jayapura, Papua.
-
Pihak Penerima: Kemdiktisaintek (untuk operasional ISBI Tanah Papua).
-
Tujuan: Penguatan 12 pusat riset antar-universitas dan pelestarian budaya.
-
Status Administrasi: Selesai melalui persetujuan KPKNL Jakarta I.
Pengalihan aset ini diharapkan dapat menekan biaya pembangunan infrastruktur baru sekaligus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Papua melalui pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia.











