Fakta Nasional

SIA Tambah Penerbangan, Atasi Dampak Erupsi Anak Krakatau

FAKTANASIONAL.N ET - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang meluas, memaksa maskapai melakukan penyesuaian. Singapore Airlines (SIA) menambah 8 penerbangan rute Singapura-Jakarta untuk mengangkut penumpang yang terdampak gangguan. Langkah tersebut…

Penulis: Djono W Oesman Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 08 September 2026 📖 1 menit
SIA Tambah Penerbangan, Atasi Dampak Erupsi Anak Krakatau
Penerbangan SIA delay berjam-jam. Foto: Instagram

FAKTANASIONAL.NET - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang meluas, memaksa maskapai melakukan penyesuaian. Singapore Airlines (SIA) menambah 8 penerbangan rute Singapura-Jakarta untuk mengangkut penumpang yang terdampak gangguan.

Langkah tersebut dilakukan setelah SIA membatalkan SQ951 rute Jakarta-Singapura dan menjadwal ulang enam penerbangan lainnya.

3.450 Jemaah Umrah Terganggu Penerbangan, Dampak Anak Krakatau

Enam penerbangan yang mengalami perubahan jadwal adalah SQ950, SQ952, SQ956, SQ953, SQ955 dan SQ957.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa setelah gangguan besar terjadi, persoalan berikutnya adalah menormalisasi arus penumpang yang tertahan.

Pesawat yang sebelumnya gagal berangkat, penumpang yang menunggu, serta penerbangan lanjutan harus disusun kembali dalam jaringan penerbangan yang kapasitasnya terbatas.

Di sector pendidikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa, Selasa (8/9/2026) sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik.

Keputusan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan abu vulkanik telah masuk ke ruang aktivitas sehari-hari masyarakat.

Anak Krakatau Meletus Lagi Hari Ini

Di Lampung, BMKG Stasiun Klimatologi mencatat konsentrasi PM2,5 sebesar 36,6 mikrogram per meter kubik atau berada dalam kategori sedang.

Meski belum masuk kategori berbahaya, masyarakat tetap diminta membatasi aktivitas di luar ruangan atau menggunakan alat pelindung diri.

Kepala Stasiun Klimatologi Lampung BMKG, Indra Purna, mengingatkan abu vulkanik memiliki karakter berbeda dari debu biasa karena mengandung partikel kasar dan silika yang dapat mengganggu saluran pernapasan, mata dan kulit.

BBMKG Wilayah II menyatakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sudah tidak terdeteksi di Tangerang Raya, termasuk Tangerang Selatan.

Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9, klaster abu yang sebelumnya berada di beberapa lapisan atmosfer bergerak ke arah yang tidak lagi mengarah ke Tangerang Raya.

2.961 Penerbangan Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Namun, perkembangan tersebut harus dibaca bersamaan dengan fakta bahwa Gunung Anak Krakatau kembali mengalami tiga erupsi pada Selasa pagi.

Dengan kata lain, abu mulai menjauh dari sebagian wilayah terdampak, tetapi sumber gangguannya belum berhenti.

Inilah yang membuat situasi penerbangan masih sangat bergantung pada arah angin, ketinggian abu, konsentrasi abu di ruang udara serta hasil pemantauan otoritas penerbangan. (*)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK