Ia merasa ada kekuatan besar di balik layar yang berusaha menggeser semangat reformasi demi kepentingan kekuasaan tertentu, yang membuat publik mulai bertanya tentang urgensi “Reformasi 2.0”.
Dalam refleksinya, Hasto menceritakan pengalamannya membaca literatur klasik seperti “How Democracies Die” karya Steven Levitsky saat berada di tahanan.
Menurutnya, rangkaian perubahan regulasi di berbagai sektor, termasuk BUMN, menunjukkan adanya pengingkaran terhadap semangat reformasi 1998.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap waspada terhadap segala bentuk kekuatan yang berpotensi mematikan sendi-sendi demokrasi yang telah dibangun susah payah.[dit]











