Alih-alih menyelesaikan masalah rakyat, dinamika politik justru bisa bergeser menjadi ajang perebutan kekuasaan yang memperburuk tata kelola pemerintahan di masa depan.
Dari perspektif geopolitik, ketidakstabilan domestik adalah celah bagi aktor eksternal untuk masuk. Intervensi asing bisa masuk melalui jalur ekonomi maupun politik untuk memanfaatkan situasi demi kepentingan global mereka.
Oleh karena itu, soliditas internal dan fokus pada agenda kerakyatan menjadi harga mati bagi pemerintahan Prabowo-Gibran agar tidak terjebak dalam pusaran konflik yang merugikan kedaulatan negara.[dit]
