FAKTANASIONAL.NET – Industri percetakan Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang stabil sepanjang 2026. Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang oleh meningkatnya permintaan sektor kemasan atau packaging, label, serta textile printing yang ikut berkembang seiring penetrasi e-commerce dan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Proyeksi pertumbuhan industri percetakan tersebut dipaparkan dalam press conference peluncuran pameran internasional industri percetakan ALLPrint Indonesia 2026 yang digelar Krista Exhibitons, Selasa 22 September 2026.
Dalam pemaparan tersebut diungkapkan bahwa pertumbuhan industri percetakan diproyeksikan mencapai sekitar 3,39 persen, dengan pertumbuhan kumulatif berada di kisaran 11,42 persen.
Sementara itu, sektor packaging dan label disebut mengalami pertumbuhan hingga sekitar 20 persen. Adapun textile printing tumbuh sekitar 15 persen.
Perkembangan tersebut sekaligus menunjukkan perubahan pola kebutuhan pasar. Industri percetakan tidak lagi hanya mengandalkan produksi dalam jumlah besar, tetapi mulai bergeser menuju kebutuhan digital printing dan percetakan yang lebih personal.
Transformasi digital, perkembangan teknologi digital printing, kebutuhan kemasan, teknologi grafika, hingga otomatisasi proses produksi kini menjadi bagian penting dalam membentuk arah industri percetakan.
Perubahan tersebut juga mendorong pelaku industri untuk beradaptasi dengan teknologi dan solusi produksi yang semakin beragam.
Merespons perkembangan itu, Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions Daud D Salim mengatakan dengan alasan perkembangan tersebutlah pihaknya kembali menggelar ALLPrint Indonesia 2026.
Pameran internasional yang memasuki penyelenggaraan ke-27 tersebut akan menghadirkan berbagai teknologi, mesin, peralatan, bahan baku, serta solusi yang dibutuhkan industri percetakan dan grafika.
ALLPrint Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Pameran ini akan menghadirkan sekitar 400 peserta, termasuk 20 UMKM, dari lebih dari 10 negara. Di antaranya Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura, dan Korea Selatan.
“Selama empat hari penyelenggaraan, ALLPrint Indonesia 2026 menargetkan 60.000 pengunjung,” kata Daud.
ALLPrint Indonesia 2026 juga digelar bersamaan dengan sejumlah pameran pendukung, yakni Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated, dan Pro Label Asia.
Kolaborasi tersebut memperluas cakupan ekosistem industri percetakan dan grafika. Para pelaku usaha dapat mempertemukan kebutuhan produksi dengan berbagai pilihan teknologi, produk, bahan baku, maupun solusi industri.
Daud mengatakan perkembangan industri percetakan saat ini semakin luas dan tidak lagi terbatas pada teknologi cetak konvensional.
“Industri percetakan saat ini berkembang sangat luas. Tidak hanya berbicara mengenai mesin dan teknologi cetak konvensional, tetapi juga digital printing, printing untuk kemasan, teknologi grafis, label, hingga berbagai solusi yang dibutuhkan oleh industri. Perkembangan ini tentu menciptakan kebutuhan baru dan peluang bisnis baru bagi para pelaku industri,” terang Daud.
Melalui ALLPrint Indonesia 2026, pengunjung dapat melihat langsung perkembangan teknologi yang mendukung proses produksi.
Teknologi yang ditampilkan mencakup digital printing, packaging printing, teknologi karton box, graphic technology, printing equipment, finishing technology, tinta, kertas dan media cetak, hingga perangkat lunak serta berbagai solusi pendukung industri grafika.
