Antisipasi Krisis Bahan Baku Plastik, Indonesia Berburu Pasokan Nafta ke India hingga Amerika

/Dok. Pabrik Tali Rafia

FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Indonesia bergerak cepat mengamankan rantai pasok bahan baku plastik nasional menyusul gangguan impor dari kawasan Timur Tengah.

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan industri manufaktur dalam negeri tetap beroperasi di tengah eskalasi geopolitik global.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengonfirmasi bahwa pemerintah kini tengah gencar mencari sumber alternatif untuk impor nafta, komponen utama dalam produksi plastik.

Dampak Eskalasi Timur Tengah dan Proteksionisme Regional

Gangguan pasokan ini dipicu oleh hambatan aktivitas logistik di Timur Tengah. Kondisi kian diperparah dengan kebijakan negara mitra seperti Korea Selatan yang mulai melarang ekspor nafta sejak akhir Maret 2026 demi mencukupi kebutuhan domestik mereka sendiri.

Dalam keterangannya di Kantor Staf Presiden, Rabu (1/4/2026), Mendag menjelaskan urgensi pengalihan sumber pasokan tersebut.

“Nafta itu kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku yang kita impor dari Timur Tengah. Apa yang kemudian kita lakukan? Kita sekarang mencari alternatif pengganti, atau alternatif dari negara lain,” jelas Budi.

Perluasan Mitra Impor: India, Afrika, hingga Amerika

Guna menstabilkan pasokan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mulai menjajaki kerja sama dengan negara-negara di luar mitra tradisional.

Fokus pencarian pemasok baru kini diarahkan ke beberapa wilayah strategis:

  • Asia Selatan: India.

  • Afrika: Pendekatan dengan sejumlah produsen potensial.

  • Amerika: Penjajakan alternatif pasokan jangka panjang.

Meski demikian, Mendag mengakui bahwa transisi ini memerlukan waktu dan proses adaptasi logistik yang tidak instan.