Petugas BPBD Kabupaten Demak mengevakuasi warga terdampak menggunakan perahu karet atas bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (3/4). FOTO: BPBD Kabupaten Demak

FAKTANASIONAL.NET – Bencana banjir melanda Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah pada Jumat (3/4) pukul 08.00 WIB. Atas musibah ini, sebanyak 583 jiwa mengungsi di sejumlah titik pengungsian dan satu warga dilaporkan hilang.

Secara kronologi, peristiwa ini dipicu oleh hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu yang menyebabkan peningkatan debit air hingga mengakibatkan tanggul di Dukuh Solowere dan Dukuh Selodoko jebol, sehingga air meluap dan merendam permukiman warga.

Hasil kaji cepat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, wilayah yang terdampak mencakup empat kecamatan dengan total delapan desa terdampak.

Adapun rinciannya; di Kecamatan Guntur meliputi Desa Trimulyo, Desa Sidoharjo, Desa Turirejo, dan Desa Sumberejo. Di Kecamatan Karangtengah mencakup Desa Ploso.

Sementara itu, di Kecamatan Wonosalam terdapat Desa Lempuyang. Adapun di Kecamatan Kebonagung meliputi Desa Solowire dan Desa Sarimulyo.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 1.070 kepala keluarga atau 4.280 jiwa terdampak dan sebanyak 583 warga mengungsi di sejumlah titik yang meliputi Masjid Babu Rohim dan Mushola di Dukuh Solondoko, Masjid Rodhotul Janah dan Mushola di Dukuh Solowere, Balai Desa Telogorejo, Koperasi Merah Putih Desa Bumiharjo, serta Kantor Kecamatan Guntur.

Di antara para pengungsi, terdapat beberapa warga yang membutuhkan penanganan kesehatan.