Peta Sebaran dan Puncak Musim Kemarau
BMKG mencatat bahwa pergerakan musim kemarau akan meluas signifikan pada periode April hingga Juni:
-
April (16,3% wilayah): Pesisir utara Jawa, DIY, sebagian Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
-
Mei (26,3% wilayah): Sebagian besar wilayah lainnya di Jawa dan Sumatera.
-
Juni (23,3% wilayah): Wilayah sisa yang belum memasuki masa kering.
Terkait intensitas panas dan kekeringan, masyarakat diminta waspada pada bulan Agustus 2026.
Analisis BMKG memprediksi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi pada bulan Agustus 2026, yang mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia.
Namun, ada pula wilayah yang mencapai puncak kemarau lebih awal pada bulan Juli (12,6%), terutama di sebagian Sumatera, Kalimantan, dan wilayah barat Papua, serta sebagian kecil yang baru mencapai puncaknya pada September (14,3%).
Masyarakat diimbau untuk mulai mengantisipasi dampak kekeringan, terutama terkait ketersediaan air bersih dan potensi kebakaran hutan atau lahan di titik-titik rawan.











