“Tidak ada gunanya menerbangkan penerbangan yang merugi dan tidak bisa menutup biaya bahan bakar,” tegas Scott Kirby.
Dampak langsung mulai dirasakan penumpang di AS. Data Deutsche Bank menunjukkan harga tiket last-minute ke destinasi populer seperti Karibia melonjak drastis hingga 74 persen, sementara rute menuju Hawaii naik 21 persen.
Tekanan pada Maskapai Berbiaya Rendah
Kenaikan harga avtur ini menjadi ancaman eksistensial bagi maskapai berbiaya rendah (low-cost carrier).
Spirit Airlines memperingatkan bahwa lonjakan biaya ini dapat menggagalkan upaya pemulihan bisnis mereka pascapandemi.
Situasi semakin rumit setelah Direktur International Air Transport Association (IATA), Willie Walsh, mengungkapkan bahwa sejumlah negara Asia mulai melakukan kebijakan proteksionisme dengan membatasi ekspor avtur guna mengamankan stok domestik mereka.
Dengan berkurangnya kapasitas kursi di pasar dan pengalihan fokus maskapai ke rute yang hanya menguntungkan secara margin, pelaku perjalanan di seluruh dunia harus bersiap menghadapi era tarif tinggi, terutama menjelang musim liburan musim panas mendatang.











