Menurut Mehr News Agency, armada tersebut diduga bermanuver senyap untuk melintasi Selat Hormuz tanpa terdeteksi, sebelum berhasil dicegat dan ditarik paksa menuju teritorial Iran.
Eskalasi militer ini sejatinya adalah buntut panjang dari konflik terbuka. Aktivitas perlintasan di jalur strategis Selat Hormuz memang telah dibatasi secara efektif oleh Teheran sejak pecahnya perang melawan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Iran bersikeras mempertahankan kendali absolut atas urat nadi pasokan energi global tersebut. Sebagai respons atas cengkeraman Teheran, langkah balasan pun diambil.
Pada 13 April lalu, Amerika Serikat melalui perintah Presiden Donald Trump resmi memberlakukan blokade laut yang ketat. Blokade ini menargetkan perairan sekitar pelabuhan Iran guna menekan Teheran agar segera membuka akses perairan internasional tersebut.[dit]










