Oleh karena itu, rasa curiga yang konstruktif dan skeptisisme yang logis amat dibutuhkan ketika kita berselancar di dunia maya masa kini.
Untuk memukul mundur ancaman disinformasi, insting pertama yang harus diasah adalah melakukan pengecekan silang terhadap sumber asal pemberitaan.
Selalu pastikan kabar tersebut diterbitkan oleh media atau lembaga pers kredibel yang tunduk pada kode etik jurnalistik.
Lebih jauh, publik dilarang keras mengambil kesimpulan prematur yang hanya berlandaskan pada sensasi judul semata.
Luangkan waktu untuk membedah isi teks secara utuh, perhatikan konteks waktu kejadiannya, dan uji kelogisan klaim yang dilemparkan.
Dengan menerapkan mekanisme saringan ganda setiap kali membaca berita, kita sejatinya tidak cuma menyelamatkan diri sendiri dari kebutaan digital, namun juga berkontribusi menjaga kewarasan ruang interaksi publik.[dit]











