Bahkan, kebutuhan fundamental petani seperti pupuk yang didistribusikan ke berbagai sentra pertanian akan mengalami lonjakan harga jika nilai Rupiah terus-menerus kalah saing terhadap Dolar AS. Fakta ini mematahkan asumsi bahwa hanya warga yang rutin ke luar negeri yang akan terimbas.
Lebih jauh, Bhima memprediksi bahwa hantaman terhadap roda ekonomi pedesaan sejatinya hanyalah persoalan waktu. Kenaikan harga barang-barang pokok dan penunjang aktivitas sehari-hari akibat depresiasi Rupiah perlahan tapi pasti akan mencekik warga.
Tingginya biaya hidup ini dipastikan memukul telak daya beli masyarakat di tingkat akar rumput. Situasi finansial yang kian terjepit menuntut kepekaan ekstra dari para pemangku kebijakan agar tak berujung pada krisis merata di seluruh pelosok negeri.
Apabila tidak ada intervensi strategis secepatnya, tekanan harga tersebut benar-benar akan memberatkan pundak masyarakat desa.[dit]










