Ia juga mendukung penuh langkah Polres Ponorogo yang telah menetapkan tersangka dan mengamankannya. Menurutnya, proses hukum harus berjalan tuntas, transparan, dan tanpa kompromi.
“Saya mendukung penuh langkah aparat penegak hukum yang telah bergerak cepat menangani kasus ini. Proses hukum harus berjalan tegas dan menyeluruh, termasuk mengusut kemungkinan adanya korban lain maupun pihak yang turut terlibat,” tegasnya.
Selain penegakan hukum, Iman Sukri menekankan pentingnya pendampingan terhadap para korban agar trauma yang dialami tidak berkepanjangan. Negara, kata dia, harus hadir memberikan perlindungan dan pemulihan secara maksimal.
“Kepada para korban dan keluarga, kita pastikan negara hadir. Hak para korban untuk mendapatkan keadilan dan pemulihan tidak boleh diabaikan. Korban harus mendapat pendampingan psikologis, hukum, dan sosial secara maksimal agar mereka tidak mengalami trauma berkepanjangan maupun tekanan untuk bungkam,” tandasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kasus tersebut tidak boleh menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang selama ini menjadi fondasi moral dan peradaban bangsa.
“Kita semua memiliki tanggung jawab memastikan setiap pesantren menjadi ruang yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi para santri. Pesantren adalah fondasi peradaban kita. Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir dan pesantren kembali menjadi tempat yang aman, mulia, serta penuh berkah,” pungkas Iman Sukri.











