Impor Migas Indonesia Melesat 82,52 Persen, BPS Ungkap Biang Keroknya

Harga minyak mentah Brent dan WTI kompak melemah hingga lebih dari 1,3 persen pada perdagangan Jumat (12/6) setelah AS membatalkan rencana serangan militer ke Iran./(pixabay)
  • Impor Migas: Sebesar US$4,60 miliar atau melesat 82,52 persen (yoy).

  • Impor Non-Migas: Sebesar US$20,62 miliar atau tumbuh 14,11 persen (yoy).

Rincian Kenaikan Berdasarkan Golongan Penggunaan Barang

Jika dibedah berdasarkan sektor atau golongan penggunaan barangnya, seluruh lini mencatatkan tren pertumbuhan yang bervariasi dibandingkan April tahun lalu:

  • Bahan Baku/Penolong: Masih mendominasi struktur impor dengan nilai mencapai US$18,65 miliar, atau naik sebesar 24,56 persen (yoy).

  • Barang Modal: Tercatat sebesar US$4,13 miliar, mengalami pertumbuhan 5,64 persen dari capaian April 2025 yang sebesar US$3,91 miliar.

  • Barang Konsumsi: Mengalami lonjakan persentase tertinggi kedua setelah migas, yakni meroket 42,90 persen (yoy) menjadi US$2,43 miIiar.

Kenaikan pada sektor bahan baku dan barang modal ini mengindikasikan bahwa geliat aktivitas industri domestik masih terus berjalan, meskipun beban fiskal dari sektor energi (migas) mengalami tekanan yang cukup berat.

Baca Juga: Sri Mulyani & Luhut Tegaskan Keandalan Data BPS soal 5,12%