Penugasan Maheswara sebagai penguasa gaib di Pantai Utara ternyata memiliki misi khusus pada masanya. Ia diutus untuk menjadi sosok pemimpin yang berfungsi menekan penyebaran ajaran Islam di tanah Jawa, yang saat itu gencar dilakukan oleh para Wali Allah.
Dalam upaya menjalankan misi tersebut, muncul tantangan dari sosok bernama Kidang Wisesa, putra dari Sanghyang Astadewa.
Merasa tidak cukup kuat untuk menghadapi Kidang Wisesa secara langsung, Maheswara memilih jalan diplomasi yang unik untuk mengelabui lawan. Ia memutuskan untuk mengubah wujudnya dengan menyamar menjadi seorang wanita cantik yang kemudian dikenal secara luas oleh masyarakat sebagai Dewi Lanjar.
identitas penyamaran inilah yang hingga kini justru lebih populer dibandingkan jati diri aslinya sebagai laki-laki. Perubahan wujud ini menjadi kunci strategis bagi Maheswara untuk mempertahankan dominasi kekuasaan gaibnya di wilayah utara Jawa selama berabad-abad.[dit]







