Kemenhub Kejar Target 10.524 KM Rel Kereta, Jumlah Penumpang Naik Jadi 550 Juta

Kementerian Perhubungan berkomitmen memperluas jaringan rel aktif nasional dari 6.927 kilometer menuju target 10.524 kilometer untuk mendukung mobilitas 550 juta penumpang serta memperkuat efisiensi rantai pasok logistik nasional./Dok. Ist

“Kami menyampaikan Pengembangan Kereta logistik dan Kereta Wisata, termasuk Pengembangan Jaringan Perkeretaapian Pulau Sumatera. Kereta logistik diarahkan untuk memperkuat efisiensi distribusi barang dan mendukung penurunan beban jalan raya, sedangkan kereta wisata dapat membuka nilai tambah ekonomi di berbagai daerah,” jelas Menhub Dudy.

Insentif Khusus Gerbong Petani dan Pedagang Lintas Daerah

Salah satu program kerakyatan yang diklaim mendapat sambutan hangat di lapangan adalah penyediaan pelayanan gerbong kereta khusus bagi para petani dan pedagang kecil.

Layanan angkutan logistik murah ini sudah beroperasi secara aktif di koridor Lebak, Garut, Cilacap, Yogyakarta, Solo, Semarang, Blitar, Jember, hingga Banyuwangi.

Dudy meyakini penguatan konektivitas yang menghubungkan pelabuhan, bandara, kawasan industri, pertanian, dan destinasi wisata ini akan mempercepat pemerataan pembangunan.

Guna mempercepat target bentangan rel baru, Kemenhub membuka pintu kerja sama yang luas bagi pemerintah daerah dan sektor swasta.

“Kami juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah, badan usaha, operator, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan perkeretaapian nasional dapat berjalan lebih cepat, berkelanjutan, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” pungkas Dudy.

Baca Juga: Kemenhub Bantah Rumor Penghentian Total Penerbangan Internasional Akibat Konflik Timur Tengah