10 Ribu Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok, Bea Cukai Sebut Milik BYD hingga Wuling

Kementerian Keuangan menyatakan kesiapan APBN untuk mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto menggelar sayembara kota terbersih dengan alokasi hadiah hingga Rp20 miliar guna mendorong pengelolaan sampah di tingkat daerah./(Dok. Ist)

“Mungkin ke depannya kita akan memanfaatkan segera mendorong mereka ke lini 2 di tempat di luar pelabuhan. Sehingga, kita melakukan pemaksaan kepada perusahaan tersebut untuk dengan secepatnya melakukan pengeluaran dari area pelabuhan,” sambung Djaka.

Menkeu Purbaya Siapkan Sanksi Tegas Bagi Importir

Persoalan ribuan kontainer yang menumpuk di Pelabuhan Tanjung Priok ini sebelumnya juga sempat disorot oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Pada Sabtu (6/6/2026), Purbaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok setelah menerima laporan mengenai kemacetan arus barang akibat penumpukan kontainer impor.

Dalam sidak tersebut, Purbaya menemukan fakta bahwa banyak kontainer yang urusan kepabeanannya sudah berstatus selesai, tetapi dibiarkan begitu saja oleh importir hingga berbulan-bulan.

Ia memiliki dugaan yang sama bahwa para importir sengaja menjadikannya trik untuk menghemat biaya operasional gudang.

“Mungkin karena dendanya lebih murah. Mereka biarkan saja di sini barangnya. Mereka mungkin hitungnya di sini lebih murah dibandingkan kalau mereka sewa gudang di luar sana,” ungkap Purbaya.

Merespons temuan tersebut, Menkeu Purbaya langsung memerintahkan Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama dan Sekretaris Jenderal Kemenkeu Robert Leonard Marbun untuk segera mengkaji aturan baru.

Regulasi baru ini nantinya akan memuat sanksi atau hukuman (punishment) bagi para importir yang sengaja menelantarkan barangnya terlalu lama di pelabuhan.

Meski demikian, Purbaya memberikan catatan agar kebijakan sanksi baru ini dirumuskan secara adil.

Aturan tersebut diharapkan tidak sampai memberatkan para pelaku usaha yang proses pengeluaran barangnya masih berada dalam batas waktu yang wajar.

Baca Juga: Operasi Senyap Bea Cukai dan BAIS TNI di Jateng Gulung Sindikat Pita Cukai Palsu Ratusan Miliar