Modal Awal Rp300 Ribu, UMKM Dekorasi Rumah Asal Semarang Ini Sukses Tembus Pasar Jauh Berkat Rumah BUMN BRI

Melalui pendampingan Rumah BUMN BRI, produk dekorasi rumah asal Semarang ini berhasil memperluas jangkauan pasar ke galeri hotel dan rest area di Jawa Tengah./Dok. BRI

“Saya memutuskan untuk bergabung karena Rumah BUMN BRI menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung pengembangan usaha, mulai dari pelatihan, program kurasi melalui BRIncubator, akses pasar melalui galeri Rumah BUMN dan UMKM EXPO(RT), hingga dukungan untuk menghubungkan dengan layanan keuangan seperti BRImo, EDC, QRIS, serta akses pembiayaan KUR maupun kredit komersial,” urai Swabawa.

Dari berbagai program yang diikuti, Swabawa menilai pelatihan aspek branding dan strategi digital marketing menjadi instrumen yang paling berdampak signifikan bagi efektivitas bisnisnya.

Di samping itu, proses kurasi ketat melalui program BRIncubator serta kesempatan emas memamerkan produk di ajang berkala BRI UMKM EXPO(RT) sukses menaikkan eksposur merek di hadapan basis pembeli yang lebih premium dan heterogen.

Tak hanya dari sisi pemasaran, aspek operasional keuangan IDEacraft kini telah mengadopsi sistem digital secara penuh. Pemanfaatan fitur super apps BRImo, QRIS BRI, dan perangkat merchant BRI memberikan keunggulan berupa kemudahan transaksi bagi konsumen, notifikasi pembayaran masuk secara real-time, serta proses pencairan dana (settlement) yang cepat dan akuntabel.

Komitmen Pemberdayaan Berkelanjutan BRI

Hingga akhir Maret 2026, BRI tercatat telah membina sebanyak 54 Rumah BUMN yang tersebar di berbagai wilayah strategis di Indonesia.

Secara akumulatif, lebih dari 18 ribu sesi pelatihan telah diselenggarakan demi mengatrol kapasitas dan daya saing pelaku usaha domestik di pasar global.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengapresiasi capaian performa IDEacraft.

Menurutnya, perjalanan bisnis ini menjadi representasi ideal bagaimana sebuah kreativitas yang dikelola secara konsisten dan terarah mampu menjelma menjadi komoditas usaha yang bernilai ekonomi tinggi.

“IDEacraft menunjukkan bahwa kreativitas yang dipadukan dengan ketekunan dapat menghasilkan produk yang unik dan memiliki nilai tambah. Kemampuan menghadirkan produk yang unik serta konsistensi dalam meningkatkan kapasitas usaha menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM,” pungkas Dhanny dalam rilis keterangan tertulisnya, Jumat (19/6).

Baca Juga: Aturan Baru Menteri UMKM: Marketplace Wajib Diskon Biaya Layanan 50 Persen!