SINGKAWANG, FAKTANASIONAL.NET – Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie secara resmi membuka pelaksanaan Turnamen XiangQi Open dan Battle Star se-Kota Singkawang di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Singkawang pada Kamis (19/6/2026).
Penyelenggaraan kompetisi olahraga tradisional ini diikuti oleh 38 peserta untuk kategori umum serta 32 peserta khusus yang bersaing di kategori Battle Star.
Tjhai Chui Mie dalam sambutannya menyampaikan bahwa wilayahnya telah terbukti mampu merawat keberagaman budaya sekaligus menjadikannya sebagai kekuatan ekonomi daerah.
Keberagaman etnis yang tumbuh subur di wilayah tersebut ditegaskan bukan hanya sekadar identitas melainkan modal paling krusial dalam memajukan pariwisata.
“Singkawang telah tumbuh dari keberagaman budaya yang kita miliki. Kini keberagaman itu tidak hanya membentuk identitas kita, tetapi juga menjadi kekuatan untuk berkembang melalui sektor ekonomi dan pariwisata,” ujarnya.
Kepala daerah menilai agenda tahunan Turnamen XiangQi Singkawang memiliki urgensi tinggi untuk mengenalkan nilai-nilai positif catur gajah kepada publik.
Nilai ketekunan dan kedisiplinan yang tinggi serta sportivitas dalam bertanding menjadi poin utama yang terkandung di dalam permainan papan klasik tersebut.
“Permainan XiangQi mengajarkan banyak hal, mulai dari kecerdasan, ketekunan, disiplin hingga sportivitas. Karena itu, XiangQi bukan sekadar permainan tradisional biasa, tetapi juga sarana pembelajaran karakter,” katanya.
Wali Kota turut mengungkapkan bahwa olahraga asah otak ini memberikan banyak pelajaran berharga yang sangat relevan dengan dunia kepemimpinan.
Setiap peserta dituntut untuk memiliki kemampuan taktis dalam mengambil sebuah keputusan penting secara cepat tepat serta terukur di atas papan laga.
“Setiap langkah dalam XiangQi harus dipikirkan dengan matang. Dari permainan ini kita belajar bagaimana mengambil keputusan yang tepat dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang ada,” ungkapnya.
Pemerintah daerah menekankan bahwa kompetisi Turnamen XiangQi Singkawang ini sangat efektif untuk membentengi karakter kelompok generasi muda.
Permainan taktis ini diyakini mampu melatih ketajaman berpikir strategis serta melatih ketahanan emosional para remaja dalam membaca peluang masa depan.
“Generasi muda perlu memiliki kemampuan membaca peluang, memahami situasi, menyusun strategi, dan mengendalikan emosi. Nilai-nilai tersebut dapat dipelajari melalui permainan XiangQi,” pungkasnya.
Seluruh peserta dari berbagai latar belakang usia tampak antusias memulai babak pertama pertandingan guna memperebutkan gelar juara utama turnamen tersebut.
(*Red)











