Mandatori Biodiesel B50 Bisa Setop Impor Solar dan Hemat Devisa Rp157 Triliun

Penerapan kebijakan mandatori B50 diproyeksikan ekonom mampu menghemat devisa negara hingga Rp157 triliun melalui penghentian impor solar./Dok. Listrik Indonesia

FAKTANASIONAL.NET – Kebijakan mandatori biodiesel B50 dinilai menjadi langkah yang sangat strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Selain mendongkrak kemandirian energi, program ini diproyeksikan mampu memangkas ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar secara signifikan.

Ekonom dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Hendry Cahyono, menilai bahwa program pencampuran 50 persen bahan bakar nabati (BBN) berbasis minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) ini membawa efek domino yang masif.

Tidak hanya berdampak positif bagi penyelamatan devisa negara, tetapi juga berkontribusi besar pada pengurangan emisi karbon.

“Kalau yang disampaikan demikian, memang itu akan menurunkan angka impor. Salah satu dampaknya nanti juga bisa terhadap apresiasi nilai tukar rupiah,” ujar Hendry dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/6).

Hendry menambahkan, target ambisius penerapan B50 yang digadang-gadang mampu menghentikan total impor solar dan menghemat devisa negara hingga Rp157 triliun bukanlah hal yang mustahil.

Baca Juga: Siap-Siap! Implementasi Biodiesel B50 Bakal Hemat Anggaran Impor BBM hingga Rp48 Triliun

Namun, target tersebut dapat dicapai asalkan pemerintah telah menghitung secara cermat kesiapan pasokan bahan baku, kapasitas produksi industri biodiesel domestik, hingga skema pembiayaan yang berkelanjutan.

Exit mobile version