FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Kota Pontianak menetapkan lima sektor prioritas pengawasan perizinan di Pontianak pada tahun ini untuk mendukung iklim investasi dan kemudahan berusaha.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan kebijakan strategis tersebut saat membuka Rapat Tim Koordinasi Pengawasan Penyelenggaraan Perizinan di Kantor Wali Kota pada Kamis 25 Juni 2026.
Prioritas pertama menyasar pengawasan terhadap perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem perizinan terintegrasi secara elektronik.
Langkah tersebut bertujuan memastikan kepatuhan pada standar pelayanan serta ketepatan waktu penyelesaian dokumen izin milik pelaku bisnis.
“Kedua, pengawasan terhadap Persetujuan Bangunan Gedung atau PBG,” kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.
Aspek bangunan gedung menjadi sangat krusial karena berkaitan langsung dengan kepastian teknis dan kecepatan penerbitan dokumen lintas instansi terkait.
Prioritas ketiga berfokus pada Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang demi memastikan aktivitas usaha selaras dengan rencana tata letak kota jangka panjang.
“Keempat, pengawasan terhadap persetujuan lingkungan. Fokusnya adalah kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan hidup serta kejelasan dan transparansi proses pelayanan,” katanya.
Target kelima menyasar optimalisasi layanan di Mal Pelayanan Publik bagi sektor perdagangan jasa hingga usaha mikro kecil menengah.
“Pengawasan tersebut diarahkan untuk mendukung kemudahan investasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mencegah terjadinya penyimpangan dalam proses perizinan,” jelasnya.
Upaya optimalisasi pengawasan perizinan di Pontianak ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah secara nasional guna menarik lebih banyak investor.
Pelayanan birokrasi yang cepat dan transparan dipastikan akan menumbuhkan kepercayaan publik sekaligus menjamin kepastian hukum bagi roda perekonomian.
Kota Pontianak sendiri memiliki posisi tumpuan sebagai pusat pemerintahan pendidikan serta pertumbuhan ekonomi utama di wilayah Kalimantan Barat.
Mayoritas pergerakan ekonomi di kawasan perkotaan ini didominasi oleh sektor jasa dan perdagangan komersial tingkat menengah.
Industri berskala rumah tangga juga tumbuh sangat pesat sebagai langkah adaptasi atas minimnya ketersediaan lahan kosong untuk pembangunan pabrik besar.
(*Red)











