“Tiga komoditas yang dominan mendorong inflasi kelompok transportasi, yaitu pertama, bensin dengan andil inflasi 0,21 persen, kedua, tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,05 persen, ketiga, pelumas atau oli mesin dengan andil inflasi sebesar 0,01 persen,” kata Ateng merinci.
Data yang dirilis oleh otoritas statistik ini menegaskan bahwa kebijakan korporasi energi dalam menyesuaikan harga BBM non-subsidi ke level keekonomian baru telah menjadi faktor penentu utama yang menekan daya beli masyarakat di sektor jasa perhubungan selama pertengahan tahun ini.
